Pencarian

RSUD PH Tembilahan Lakukan Penyuluhan Tentang Penyakit Jatung Koloner

Kamis, 28 Juli 2022 • 00:53:14 WIB
RSUD PH Tembilahan Lakukan Penyuluhan Tentang Penyakit Jatung Koloner

TEMBILAHAN, Medialokal.co - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan menggelar penyuluhan tentang Penyakit Jatung Koloner (PJK). Kegiatan tersebut berlangsung di gedung baru RSUD Puri Husada Tembilahan, Jalan Pangeran Hidayat, Tembilahan, Kamis (28/7/2022).

Kegiatan tersebut diisi oleh PPDS Penyakit Jantung, dr. Anna Prima Sari dan dihadiri tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan para pasien sebagai peserta penyuluhan. Saat itu, dr. Anna Prima Sari menerangkan secara lugas tentang penyakit jantung koloner secara dini hingga pencegahannya.

Penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut penyakit jantung koroner adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke jantung (pembuluh darah koroner) mengalami kerusakan. Tumpukan kolesterol pada pembuluh darah serta proses peradangan diduga menjadi penyebab penyakit ini.

Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi apabila arteri koroner (arteri yang memasok darah dan oksigen ke otot jantung) tersumbat oleh zat lemak yang disebut plak atau ateroma. Plak ini menumpuk secara bertahap di dinding bagian dalam arteri, yang akhirnya membuat arteri menjadi sempit. 

Proses penyempitan ini disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis bahkan sudah dapat terjadi pada usia muda, dan menjadi bertambah hebat pada saat seseorang mencapai usia pertengahan.

Jika arteri sudah benar-benar sempit, suplai darah ke otot jantung mulai berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti angina (nyeri dada). Jika arteri telah benar-benar sempit dan memblokir suplai darah ke jantung, maka terjadilah serangan jantung.

Penyebab

Arteri koroner dapat menyempit atau tersumbat oleh penimbunan plak di dinding arteri. Plak terbuat dari kelebihan kolesterol serta zat-zat lain yang mengapung melalui arus darah, seperti sel-sel yang meradang, protein dan kalsium. 

Seiring dengan berjalannya waktu plak akan berkembang dengan ukuran yang berbeda-beda. Bila bagian luar plak yang keras retak atau robek, platelet (partikel berbentuk cakram dalam darah yang membantu pembekuan darah) akan datang ke daerah tersebut dan terbentuk penggumpalan darah di sekitar plak. 

Sehingga arteri semakin menyempit dan semakin sedikit ruang bagi darah untuk mengalir melalui arteri. Proses penimbunan plak dalam arteri ini disebut aterosklerosis, yang juga dikenal sebagai “pengerasan arteri”.


Pencegahan

Sebelum terkena jantung koroner, sebaiknya lakukan pencegahan terhadap jantung koroner. Pencegahan bisa dilakukan dengan tips sederhana dari Yayasan Jantung Indonesia agar tidak terkena jantung koroner, berikut uraiannya:

• Yang harus dilakukan pertama kali untuk mencegah jantung koroner, Periksalah tekanan darah secara teratur guna mengontrol tekanan darah .

• Kedua, upayakan jangan merokok. Berhentilah merokok, jika merupakan perokok berat dan merasa tidak bisa melakukannya, maka kurangi sedikit demi sedikit jumlah rokok yang dihisap. Dan jangan sesekali menghirup asap rokok dari perokok lain, karena asap rokok mengandung racun-racun yang sangat berbahaya

• Periksa kadar glukosa darah, guna mengidentifikasi sedang mengidap penyakit diabetes atau tidak, karena biasanya penyakit diabetes adalah tangga menuju jantung koroner.

• Menjaga bentuk badan agar tetap ideal, jantung koroner biasa menyerang orang-orang yang memiliki kelebihan badan atau obesitas. Maka dari itu menjaga berat badan agar tetap ideal itu penting.

• Lakukanlah diet rendah kolesterol dan hindari makanan yang memiliki kadar lemak jenuh.

• Berfikiran positif dan hindari stres atau perasaan cemas yang berlebih. Lakukan relaksasi atau program santai agar tidak merasakan perasaan tersebut.

• Lakukan olahraga yang teratur. Tak perlu olahraga yang berat atau ekstrim, cobalah untuk melakukan jalan-jalan pagi atai jogging di pagi hari, manfaatkan sinar matahari di jam 6-8 pagi, karena terdapat kandungan Sinar Far Infra Red, lakukan minimal tiga kali dalam seminggu, tidak perlu jalan lama-lama, paling tidak 30 menit saja sudah bisa membantu.

• Lakukan check up yang teratur untuk mengetahui perkembangan tubuh. Agar kita bisa mengambil langkah selanjutnya.

• Makanlah makanan yang sehat, yang mengandung omega 3 dan serat yang berlimpah. Sayur dan buah akan memperbaiki saluran pencernaan.

• Mulai perbaiki pola hidup jadi lebih sehat, jangan terlalu sering makan-makanan yang berpengawet, hindari makanan kemasan.
(Galery)

RSUD PH Tembilahan Lakukan Penyuluhan Tentang Penyakit Jatung Koloner
RSUD PH Tembilahan Lakukan Penyuluhan Tentang Penyakit Jatung Koloner
RSUD PH Tembilahan Lakukan Penyuluhan Tentang Penyakit Jatung Koloner
RSUD PH Tembilahan Lakukan Penyuluhan Tentang Penyakit Jatung Koloner
RSUD PH Tembilahan Lakukan Penyuluhan Tentang Penyakit Jatung Koloner
RSUD PH Tembilahan Lakukan Penyuluhan Tentang Penyakit Jatung Koloner
RSUD PH Tembilahan Lakukan Penyuluhan Tentang Penyakit Jatung Koloner
Bagikan

Galeri Lainnya

Index

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks