Jasa Marga Fokus Akuisisi Tol di Pulau Jawa, Ini Kriterianya

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk memaparkan strategi ekspansi perseroan dengan fokus akuisisi ruas tol di Pulau Jawa.
Penulis: Redaksi
Rabu, 09 September 2026 | 19:44:32 WIB

JAKARTA, NARAWARTA.COM — PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membuka peluang berinvestasi dan mengakuisisi ruas tol milik BUMN Karya dengan memprioritaskan wilayah Pulau Jawa. Langkah ekspansi ini bergulir seiring target BPI Danantara merampungkan restrukturisasi portofolio BUMN konstruksi pada akhir 2026.

Peluang pengambilalihan aset konsesi jalan tol kini terbuka lebar. Jasa Marga menetapkan kriteria ketat sebelum menyuntikkan modal ke proyek-proyek tol eksisting. Wilayah Pulau Jawa menjadi fokus geografis utama dalam strategi ekspansi perseroan.

Jawa menawarkan potensi volume trafik yang solid. Ruas yang dibidik wajib terkoneksi langsung dengan jaringan jalan tol eksisting milik Jasa Marga. Integrasi jaringan dinilai krusial demi menjaga efisiensi operasional dan kesinambungan pergerakan kendaraan.

Skema masuknya modal diatur secara berhati-hati. Perseroan memilih porsi kepemilikan minoritas pada ruas-ruas tol baru tersebut. Selain kepemilikan minoritas, ruas incaran harus menunjukkan prospek komersial yang menguntungkan.

Studi kelayakan komprehensif menjadi pertimbangan paling mendasar. Manajemen tidak ingin menanggung beban dari konsesi yang tidak sehat. Setiap rencana investasi dikalkulasi cermat karena berdampak langsung terhadap kemampuan finansial perusahaan.

Restrukturisasi Utang BUMN Karya Jadi Pintu Masuk

Rencana investasi Jasa Marga beriringan dengan agenda perampingan portofolio BUMN Karya. Sejumlah kontraktor pelat merah seperti Waskita Karya, Wijaya Karya, Hutama Karya, dan PTPP tercatat memikul persoalan keuangan yang berat. Divestasi ruas tol menjadi instrumen penyelamatan neraca keuangan mereka.

Kondisi keuangan BUMN konstruksi tersebut dipaparkan secara lugas oleh BPI Danantara. Masalah jeratan kewajiban finansial rupanya telah menyusup hingga ke entitas anak usaha kontraktor. Beban berat tersebut menuntut penanganan mendesak.

COO BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria membeberkan persoalan pelik yang dihadapi korporasi konstruksi negara itu. "Utangnya besar-besar, masalahnya ini tidak hanya di level holding, tetapi dia punya anak-anak perusahaan juga bermasalah," kata Dony.

Pelepasan konsesi tol membuka pintu bagi operator yang memiliki kemampuan finansial stabil. Sebagai sesama BUMN, Jasa Marga berpeluang mengambil alih pengelolaan ruas strategis yang sebelumnya digarap BUMN Karya. Pengalihan kepemilikan ini menjadi solusi rasional untuk menyehatkan kembali struktur permodalan kontraktor.

Konsolidasi Tiga Klaster BPI Danantara

BPI Danantara merancang langkah terukur guna menyehatkan ekosistem konstruksi milik negara. Strategi perampingan difokuskan pada pengelompokan portofolio BUMN Karya ke dalam tiga klaster bisnis terpisah. Skema ini diarahkan agar masing-masing entitas kembali ke keahlian utamanya.

Ketiga klaster bisnis tersebut meliputi:

  • Infrastruktur
  • Konstruksi bangunan (building construction)
  • EPC (engineering, procurement, construction atau rekayasa-pengadaan-konstruksi)

Melalui pembagian klaster ini, BUMN Karya tidak lagi diarahkan menahan beban kepemilikan aset tol jangka panjang. Penataan rantai bisnis difokuskan murni pada kompetensi teknis konstruksi. Proyek tol yang telah beroperasi selanjutnya didorong untuk dialihkan ke investor dan operator jalan tol.

Target penyelesaian seluruh agenda restrukturisasi dipatok tuntas pada akhir 2026. Tenggat waktu ini mendorong percepatan divestasi aset-aset jalan tol BUMN Karya yang tengah bermasalah keuangan. Jasa Marga berada di posisi strategis untuk menyaring ruas-ruas prima di Pulau Jawa yang memenuhi kalkulasi bisnisnya.

Poin Penting

Yang berminat akuisisiPT Jasa Marga Tbk (JSMR)
TargetRuas tol milik BUMN Karya (a.l. Waskita Karya, Wijaya Karya, Hutama Karya, PTPP)
Fokus geografisPulau Jawa
SkemaInvestasi porsi minoritas di ruas tol baru/existing yang terkoneksi jaringan JSMR
Restrukturisasi BUMN Karya3 klaster: infrastruktur, konstruksi bangunan, EPC — target rampung akhir 2026

Dony Oskaria, COO BPI Danantara/Kepala BP BUMN: “Utangnya besar-besar, masalahnya ini tidak hanya di level holding, tetapi dia punya anak-anak perusahaan juga bermasalah.”

Reporter: Redaksi